Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan Indonesia sudah siap untuk bersaing dalam menjaring wisatawan saat mengahadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.
“Bangsa Indonesia sudah siap untuk menghadapi MEA 2015, salah satu upaya adalah dengan mendirikan Markplus Center for Tourism and Hospitality Bali,” katanya di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu kemarin.

Ia mengatakan pendirian Markplus di Pulau Dewata tersebut dikarenakan Pulau Dewata merupakan gerbang pariwisata di Indonesia.
“Wajar kalau itu kita dirikan di Bali, bahkan berbagai kegiatan berskala internasional lebih mengutamakan tempat di Pulau Dewata,” ucapnya.

Menpar Arief meyakinkan bahwa hal tersebut merupakan upaya menciptakan wadah sebagai pusat pengembangan bisnis, khusus untuk industri pariwisata dan hospitaliti yang berfokus pada peningkatan kapabilitas sumber daya manusia (SDM), pendalaman industri melalui penelitian yang konprehensif.
Arief lebih lanjut mengatakan bahwa saat MEA 2015 hampir semua peta perindustrian termasuk pariwisata akan berubah.

“Kita harus siap dan berani menghadapi tantangan era globalisasi, karena butuh keyakinan dan kerja keras,” ucapnya.
Sementara itu, Hermawan Kartajaya, Founder and Ceo Markplus, Inc menyebutkan bahwa dengan adanya Markplus Center for Tourism and Hospitality diharapkan pemain industri pariwisata di Indonesia dapat melakukan pemasaran lebih luas.

“Kita harus mampu tampil dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas pariwisata, serta hospitality secara nasional,” katanya.

erkenalkan nama saya I kadek Surya mahendra , bisa dipanggil surya jika saya diberi suatu kesempatan usaha , saya akan memilih menjadi food market dari makanan tradisional maupun internasional . Mengapa saya memilih bisnis tersebut ? karena saya memang sangat senang memasak dan saya tau jika kita membuat usaha makanan tidak akan pernah ada habisnya orang untuk membeli makanan , karena itu adalah kebutuhan pokok manusia. Ada beberapa tips dan cara membuat usaha kecil-kecilan, antara lain :


Peluang bisnis dengan modal kecil yang sangat menguntungkan dan usaha yang menjanjikan penghasilan besar, cocok untuk pemula yang ingin sukses merintis wirausaha, tentunya tidak terlepas dari cara atau strategi anda dalam menentukan target konsumen yang harus dibidik dengan tepat

sehingga bentuk peluang bisnis dan usaha yang paling sesuai bagi pemiliki modal kecil sebaiknya lebih mengedepankan kreatifitas, karena hal ini bertujuan agar mereka tetap mampu bersaing pada era ekonomi global seperti sekarang ini bahkan sampai masa yang akan datang.

Usaha sampingan merupakan pilihan bebas untuk karyawan dan perusahaan tidak melarangnya, selama tidak bertentangan dengan peraturan atau bisnis dari perusahaan.

Kendala yang selalu menjadi alasan utama mengapa banyak karyawan tidak memulai usaha sampingan adalah modal. Banyak diantara kita beranggapan tanpa modal yang kuat atau besar, maka bisnis sampingan tersebut tidak akan mulai. Jika Anda memiliki gaji pas-pasan sebagai karyawan maka pinjaman dana tunai dari bank merupakan harapan modal bisnis.
Keindahan kawasan wisata justru bisa terancam seiring meningkatnya jumlah kunjungan.Hal ini disebabkan oleh masyarakat lokal yang kurang sadar akan lingkungan pariwisata di daerah rumahnya, sehingga para wisatawan tidak dapat diawasi dalam melakukan perjalanan wisatanya ke Indonesia. Pariwisata yang di satu sisi membantu pertumbuhan ekonomi kawasan, namun menjadi bumerang bagi kelestarian alamnya.
Bali sebagai contoh, pada tahun 2017 mengalami darurat sampah, salah satunya adalah sampah plastik yang saat ini susah untuk dikelola maupun dikurangi, sampai tahun 2019 Indonesia berada dalam posisi kedua di Dunia dalam menyumbangkan sampah plastik. setiapa hari, sepanjang enam kilometer garis pantai yang mencakup pantai populer seperti Jimbaran, Kuta ,dan Seminyak disesaki berton-ton sampah.

Sebanyak 700 tenaga pembersih dan 35 truk untuk membuang sekitar 100 ton sampah setiap hari ke tempat pembuangan sampah, demikian keterangan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Kabupaten Badung, Bali.
Semakin ironis karena target kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali digenjot sampai angka 7 juta orang tahun ini. Lalu lalang jutaan pelancong ke Pulau Dewata yang hanya dihuni sekitar 4 juta penduduk lokal itu mau tidak mau berdampak buruk pada lingkungan.

Bali bukan tempat pertama yang merasakan dampak buruk pariwisata bagi lingkungan. Thailand telah menutup salah satu pulau mereka dari kunjungan turis, akibat krisis sampah dan sisa-sisa makanan yang menghancurkan ekosistem di sana. Sebenernya itu salah satu cara untuk mengurangi sampah di Indonesia, tapi pemerintah harus melakukannya secara bertahap agar tidak menunda laju perekonomian industri pariwisata.
Negara-negara lain misal Kamboja, Kuba, Islandia bahkan Venesia sampai Barcelona pun pernah menderita akibat meledaknya angka kunjungan wisata ke daerah mereka.

Semakin mudah dan murahnya biaya untuk bervakansi secara langsung menyebabkan naiknya jumlah angka kunjungan wisata.
Sekretaris Jenderal Organisasi Pariwisata Dunia (United Nation World Tourism Organization) Taleb Rifai menyebut jumlah pergerakan wisatawan di seluruh dunia mencapai 1,2 miliar orang setiap tahun.
Jumlah ini dikatakan akan terus meningkat hingga mencapai perkiraan 1,8 miliar orang pada tahun 2030 mendatang.

Lalu dampak lain apa yang ditimbulkan oleh pariwisata pada penduduk lokal? Perlahan tapi pasti penduduk lokal mulai terusir dan terpinggirkan jika pengembangan daerah wisata tidak memihak mereka.
Misal yang terjadi di Tanzania, Afrika bagian Timur pada tahun lalu. Akibat proyek pemerintah dalam mengembangkan sektor pariwisata di Taman Nasional Serengeti, maka mengakibatkan 6.800 penduduk lokal suku Masai kehilangan rumah akibat penggusuran.

Beberapa kasus lain mengatasnamakan pengembangan pariwisata juga berdampak buruk bagi masyarakat sekitar.
Pada sebuah survei yang dilakukan tahun 2016 pada turis asal Amerika Serikat, sebanyak 60 persen dari mereka ingin memastikan perjalanan wisata mereka tidak berdampak negatif pada lingkungan, pangan dan ekonomi di daerah tujuan wisata.
Untuk menyelamatkan pariwisata dari citra negatif, sekaligus tetap berdaya bagi lingkungan dan penduduk lokal, beberapa negara membuat program khusus yang dapat ditiru.
Misal dengan program ekowisata, wisatawan diajak untuk melestarikan lingkungan alam yang mereka kunjungi. Kegiatan ini telah meningkat di negara-negara Amerika Latin seperti Meksiko, Panama dan Kosta Rika.
Bisa juga dengan menggiatkan voluntourism, program yang memungkinkan wisatawan memiliki kesempatan untuk melakukan kegiatan sosial saat berlibur. Misalnya, program di Kamboja menawarkan peluang menjadi relawan di panti asuhan.
Negara kecil di Asia Selatan, Bhutan melakukan cara unik dengan membatasi jumlah wisatawan yang masuk ke negara mereka serta memastikan para turis menghabiskan sedikitnya 200 Dolar AS per hari.
Di Malaysia, pemerintah daerah di Melaka dan George Town mendorong partisipasi warga dalam rencana manajemen pariwisata serta membentuk komite untuk menciptakan visi bersama untuk memajukan pariwisata di kota-kota mereka.
Warga juga terlibat dalam rencana membangun kembali bangunan tradisional, sekaligus melestarikan budaya dan sejarah kota mereka sambil memberikan manfaat keuangan kepada masyarakat setempat.
Penulis wisata sekaligus fotografer, Bani Amor menyarankan agar Anda menghindari pergi ke tempat yang perekonomiannya terlalu bergantung pada pariwisata, seperti Bali dan Aruba. Juga jangan pergi ke suatu tempat kecuali Anda memang punya koneksi ke komunitas di sana
Hindari tempat-tempat yang secara eksplisit tidak ingin kehadiran wisatawan, seperti Venesia dan Kepulauan Galapagos. Tapi, kunjungilah tempat-tempat yang memiliki koneksi khusus atau sejarah pribadi.
Tidak ada cara untuk menjadi pelancong yang sempurna. Tetapi mengidentifikasi tempat-tempat yang perlu atau tidak dikunjungi, mungkin merupakan langkah pertama untuk menjadi pelancong yang baik.
Para millenials atau lebih dikenal sebagai generasi Y adalah generasi yang lahir diatas periode tahun 1990-2000. Generasi Y ini lahir dan berkembang di tengah kemajuan teknologi di mana semua hal bisa dilakukan dengan peralatan digital,termasuk juga kegiatan traveling. Dengan teknologi yang sudah maju semua hal sudah seperti berada dalam genggaman mereka. Di era yang serba digital dan serba sosial ini,traveling juga dapat dijadikan sebagai ajang perlombaan untuk menunjukan eksistensi diri,seperti misal mengupload foto-foto pada Instagra
dengan feeds yang diatur sedemikian rupa sehingga terlihat menarik. Dan karena kegiatan kegiatan itulah secara tidak langsung generasi milenial sudah turut berkontribusi besar dalam pertumbuhan pariwisata di Indonesia,sehingga penyebaran informasi tentang suatu daerah terpencil pun kini bisa diketahui oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Hanya dengan sebuah selfie di tempat wisata secara tidak langsung sudah ikut mempromosikan destinasi di tempat wisata tersebut.

Berkembangnya teknologi digital juga membuat tempat tempat terpencil yang memiliki potensi bisa banyak diketahui oleh publik. Contohnya adalah Bukit Asah. Bukit Asah yang terletak di Karangasem kini menjadi alternatif wisata baru di Bali bagian Timur. Lokasi yang tadinya merupakan tempat wisata masyarakat Desa Bug Bug kini dikenal sebagai destinasi unggulan Karangasem. Dulu Bukit Asah ini kebun kacang panjang. Warga sekitar menyebut tempat ini panggian atau tempat pertemuan dewa dan manusia.
Keindahan Bukit Asah memang membuat terkesima. Letaknya di tebing atas laut. Dari Bukti Asah wisatawan dapat melihat birunya air laut, tebing karang yang menjulang tinggi, dan Pantai Virgin yang memiliki hamparan pasir putih.

Taman Ujung Karangasem atau sering disebut dengan nama Taman Sukasada, salah satu tempat wisata di Bali timur yang sangat jarang di ketahui oleh wisatawan domestik.
Bagi yang pernah melakukan foto pre wedding di Bali, tempat wisata taman Sukasada pasti pernah di dengar atau memang melakukan foto pre wedding. hubungan foto pre wedding dengan Taman Ujung Karangasem dengan foto pre wedding di Bali adalah?
Taman Ujung Karangasem, salah satu tempat favorit calon pengantin untuk melakukan foto pre wedding. Baik calon pengantin orang Bali atau dari daerah lain di Indonesia.
Malahan Taman Ujung Karangasem Bali, lebih terkenal sebagai tempat pre wedding dibandingkan sebagai objek wisata di Bali.
Lokasi Taman Ujung Karangasem, berada di banjar Ujung, Desa Tumbu kabupaten Karangasem Bali. Letaknya lumayan jauh dari pusat kota. Jika anda menggunakan mobil, akan memakan waktu sekitar dua jam perjalanan, memang lumayan jauh .
Adapun lokasi yang masih belum banyak diketahui banyak orang yaitu :
TIRTA UJUNG

Mata air di dalam Pura Tirta Ujung tempat lokasi pariwisata Kolam Tirta Ujung Karangasem dipercaya memiliki khasiat untuk menyembuhkan penyakit dan melebur segala sesuatu yang berbau magis. Pengelola kolam tirta Nengah Sudiartini mengatakan pernah menemukan beberapa kali ada benda mirip jimat didalam kolam tirta, dirinya meyakini bahwa siapapun yang datang dan melukat di kolam tirta ini jika membawa benda-benda berbau negatif akan lebur dan hilang. Selain itu di areal Pura yang disucikan tersebut juga dipercaya tempat berstananya Ular Naga besar bermahkotakan emas.
Tanda-tanda jika duwe tersebut medal yakni akan terdengar suara Tokek dan Cicak secara bersamaan Setiap setahun sekali tepatnya saat bulan purnama ke enam, di Pura Tirta Ujung tersebut dlaksanakan odalan, namun odalan yang memakai sarana seperti guling dan bebangkit dilakukan setiap dua tahun sekali yang dipuput oleh sulinggih. Untuk saat ini bagi pengunjung yang hendak melukat sebaiknya agar selalu menghindari segala bentuk larangan yang sudah jelas dituliskan areal kolam tirta terebut seperti, dilarang berbuat yang kurang pantas, wanita datang bulan juga dilarang untuk mandi, dilarang berbicara kotor, dilarang mandi mendekati wilayah suci dari kolam tersebut dan yang sangat penting agar sebelum sandikale seluruh pengunjung tidak lagi berada di areal kolam tirta tersebut. Jika ini dilanggar maka akan sangat buruk akibatnya Seperti yang terjadi pada salah seorang pengunjung yang setelah diperingatkan namun melawan, terpaksa kembali datang dan membawa banten sebagai wujud permintaan maaf
Salah satu pengunjung kolam tirta I Wayan Yoga asal Padang Kerta mengatakan sudah tiga kali datang melukat ke kolam tirta tersebut. Menurutnya tempatnya sudah bagus namun perlu ditata lagi seperti kolam tirta antara laki-laki dan perempuan dipisahkan agar tidak berbaur menjadi satu. Camat Karangasem Cokorda Alit Surya Prabawa berharap agar kedepan Tirta Ujung ini bisa berkembang menjadi obyek wisata alternatif bagi masyarakat lokal maupun mancanegara. Selain itu fasilitas-fasilitas dan infrastruktur pendukung juga bisa dibangun, karena saat ini kondisinya masih kurang memadai. Nah karena tempatnya masih terpelosok jadi Tirta Ujung masih jarang diketahui banyak orang

TIRTA GANGGA
Tirta gangga adalah salah satu objek pariwasata yang masih rame dikunjungi oleh para wisatawan karena keindahan kolam , ikannya yang banyak , dan sejarahnya
Ada tiga hal utama yang ada di taman Tirta Gangga Karangasem, kebun, kolam air dan patung. Lokasi dari taman Tirta Gangga Karangasem, berada di tengah areal persawahan dan air yang ada di taman ini berasal dari mata air Rejasa. Taman ini masih milik kerajaan Karangasem.
Luas area dari taman Tirtagangga 1,2 hektar, yang memanjang dan membentang dari arah timur ke barat. Terdapat tiga tingkatan bangunan di taman Tirtagangga Bali. Di bangunan tertinggi terdapat mata air yang berada di bawah pohon beringin. Bangunan level kedua, terdapat kolam renang dan bangunan yang paling bawah terdapat kolam hias dengan air mancur.
Pada saat wisatawan memasuki taman Tirtagangga, hal pertama yang wisatawan lihat adalah hamparan kolam air dan terdapat satu buah candi yang menjulang tinggi di bagian kanan. Didalam kolam air tersebut, wisatawan dapat melihat ikan hias dan dasar dari kolam. Air di taman ini sangat jernih dan sejuk, karena air kolam berasal dari mata air bukan dari air olahan. Mata air di taman Tirtagangga oleh masyarakat lokal dianggap sebagai air suci. Digunakan dalam upacara keagamaaan di daerah sekitar taman Tirtagangga.
Mata Air Rejasa memiliki jumlah air yang sangat besar, jernih dan menyejukkan. Sepertiga dari pasokan mata air Rejasa di kirim ke rumah penduduk di Kota Amlapura (ibu kota Karangasem) dan dua pertiganya digunakan untuk mengisi kolam dan keluaran dari air kolam langsung di pergunakan untuk pertanian.
Nama dari objek wisata Tirta Gangga, berasal dari kata Tirta yang berarti air suci dan Gangga yang artinya nama sungai di India. Taman air Tirtagangga Karangasem, dibangun pada tahun 1946 oleh raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem Agung.
Komplek taman Tirta Gangga Karangasem sebelumnya pernah hancur oleh letusan gunung Agung pada tahun 1963. Pemerintah kabupaten Karangasem membangun kembali taman ini dan diperuntukan untuk kawasan wisata.

PANTAI VIRGIN BEACH
Pantai virgin beach adalah pantai pasir putih tapi belum seterkenal pantai kuta karena masih sedikit diketahui wisatawan asing
Hal yang menjadi daya tarik pantai tersembunyi ini ialah pasirnya yang kuning alias tidak hitam dan tidak putih. Hal ini masih menjadi misteri sebab semua pantai di kawasan Perasi semuanya berpasir hitam.
Virgin Beach Perasi Karangasem diapit oleh dua bukit yakni Apen dan Penggiang. Bukit dengan pepohonan hijau seakan menjadi lukisan alam yang keindahannya sayang jika tak diabadikan. Menambah eksotisme surga tersembunyi ini.
Pantai Perasi Bali dapat dikatakan sebagai salah satu pantai terbaik di Bali dan sangat sering disebutkan dalam buku panduan wisata perjalanan luar negeri. Pasir di pantai Perasi warnanya tidak benar-benar putih, lebih condong berwarna kuning, dan sedikit bercampur dengan pasir hitam, tapi dikenal dengan sebutan pantai pasir putih.
Kafe-kafe kecil banyak tersedia di sini, menjual makanan dan minuman tentunya harganya jauh lebih murah dari pada harga makanan dan minuman di kawasan wisata Kuta. Tidak hanya pantai dan kafe, anda juga dapat melihat perahu tradisional yang digunakan oleh nelayan lokal.
Jika anda datang ke sini disaat cuaca cerah, anda akan melihat air laut berwarna biru jernih dan sangat cocok untuk aktivitas berenang atau snorkling. Disaat anda berenang di laut, diharapkan untuk berhati-hati terutama jika Anda iburan dengan anak-anak.
Di tempat ini juga resedia kursi geladak (sun deck) untuk berjemur dan payung, yang terletak di depan kafe kecil. Jika anda ingin menggunakan kursi geladak (sun deck) untuk berjemur dan payung, anda dapat meminta kepada staf kafe.
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.