Teknologi Digital di Era Millenial

Para millenials atau lebih dikenal sebagai generasi Y adalah generasi yang lahir diatas periode tahun 1990-2000. Generasi Y ini lahir dan berkembang di tengah kemajuan teknologi di mana semua hal bisa dilakukan dengan peralatan digital,termasuk juga kegiatan traveling. Dengan teknologi yang sudah maju semua hal sudah seperti berada dalam genggaman mereka. Di era yang serba digital dan serba sosial ini,traveling juga dapat dijadikan sebagai ajang perlombaan untuk menunjukan eksistensi diri,seperti misal mengupload foto-foto pada Instagra

dengan feeds yang diatur sedemikian rupa sehingga terlihat menarik. Dan karena kegiatan kegiatan itulah secara tidak langsung generasi milenial sudah turut berkontribusi besar dalam pertumbuhan pariwisata di Indonesia,sehingga penyebaran informasi tentang suatu daerah terpencil pun kini bisa diketahui oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Hanya dengan sebuah selfie di tempat wisata secara tidak langsung sudah ikut mempromosikan destinasi di tempat wisata tersebut.

Berkembangnya teknologi digital juga membuat tempat tempat terpencil yang memiliki potensi bisa banyak diketahui oleh publik. Contohnya adalah Bukit Asah. Bukit Asah yang terletak di Karangasem kini menjadi alternatif wisata baru di Bali bagian Timur. Lokasi yang tadinya merupakan tempat wisata masyarakat Desa Bug Bug kini dikenal sebagai destinasi unggulan Karangasem. Dulu Bukit Asah ini kebun kacang panjang. Warga sekitar menyebut tempat ini panggian atau tempat pertemuan dewa dan manusia.

Keindahan Bukit Asah memang membuat terkesima. Letaknya di tebing atas laut. Dari Bukti Asah wisatawan dapat melihat birunya air laut, tebing karang yang menjulang tinggi, dan Pantai Virgin yang memiliki hamparan pasir putih.


Taman Ujung Karangasem





Taman Ujung Karangasem atau sering disebut dengan nama Taman Sukasada, salah satu tempat wisata di Bali timur yang sangat jarang di ketahui oleh wisatawan domestik.

Bagi yang pernah melakukan foto pre wedding di Bali, tempat wisata taman Sukasada pasti pernah di dengar atau memang melakukan foto pre wedding. hubungan foto pre wedding dengan Taman Ujung Karangasem dengan foto pre wedding di Bali adalah?

Taman Ujung Karangasem, salah satu tempat favorit calon pengantin untuk melakukan foto pre wedding. Baik calon pengantin orang Bali atau dari daerah lain di Indonesia.

Malahan Taman Ujung Karangasem Bali, lebih terkenal sebagai tempat pre wedding dibandingkan sebagai objek wisata di Bali.

Lokasi Taman Ujung Karangasem, berada di banjar Ujung, Desa Tumbu kabupaten Karangasem Bali. Letaknya lumayan jauh dari pusat kota. Jika anda menggunakan mobil, akan memakan waktu sekitar dua jam perjalanan, memang lumayan jauh .

Adapun lokasi yang masih belum banyak diketahui banyak orang yaitu :

TIRTA UJUNG

Ini Larangan Jika Berwisata ke Kolam Tirta Ujung Karangasem

Mata air di dalam Pura Tirta Ujung tempat lokasi pariwisata Kolam Tirta Ujung Karangasem dipercaya memiliki khasiat untuk menyembuhkan penyakit dan melebur segala sesuatu yang berbau magis.  Pengelola kolam tirta Nengah Sudiartini mengatakan pernah menemukan beberapa kali ada benda mirip jimat didalam kolam tirta, dirinya meyakini bahwa siapapun yang datang dan melukat di kolam tirta ini jika membawa benda-benda berbau negatif akan lebur dan hilang. Selain itu di areal Pura yang disucikan tersebut juga dipercaya tempat berstananya Ular Naga besar bermahkotakan emas.  

Tanda-tanda jika duwe tersebut medal yakni akan terdengar suara Tokek dan Cicak secara bersamaan Setiap setahun sekali tepatnya saat bulan purnama ke enam, di Pura Tirta Ujung tersebut dlaksanakan odalan, namun odalan yang memakai sarana seperti guling dan bebangkit dilakukan setiap dua tahun sekali yang dipuput oleh sulinggih. Untuk saat ini bagi pengunjung yang hendak melukat sebaiknya agar selalu menghindari segala bentuk larangan yang sudah jelas dituliskan areal kolam tirta terebut seperti, dilarang berbuat yang kurang pantas, wanita datang bulan juga dilarang untuk mandi, dilarang berbicara kotor, dilarang mandi mendekati wilayah suci dari kolam tersebut dan yang sangat penting agar sebelum sandikale seluruh pengunjung tidak lagi berada di areal kolam tirta tersebut. Jika ini dilanggar maka akan sangat buruk akibatnya   Seperti yang terjadi pada salah seorang pengunjung yang setelah diperingatkan namun melawan, terpaksa kembali datang dan membawa banten sebagai wujud permintaan maaf

Salah satu pengunjung kolam tirta I Wayan Yoga asal Padang Kerta mengatakan sudah tiga kali datang melukat ke kolam tirta tersebut. Menurutnya tempatnya sudah bagus namun perlu ditata lagi seperti kolam tirta antara laki-laki dan perempuan dipisahkan agar tidak berbaur menjadi satu. Camat Karangasem Cokorda Alit Surya Prabawa berharap agar kedepan Tirta Ujung ini bisa berkembang menjadi obyek wisata alternatif bagi masyarakat lokal maupun mancanegara. Selain itu fasilitas-fasilitas dan infrastruktur pendukung juga bisa dibangun, karena saat ini kondisinya masih kurang memadai.  Nah karena tempatnya masih terpelosok jadi Tirta Ujung masih jarang diketahui banyak orang

Objek Wisata Tirta Gangga Bali

TIRTA GANGGA

Tirta gangga adalah salah satu objek pariwasata yang masih rame dikunjungi oleh para wisatawan karena keindahan kolam , ikannya yang banyak , dan sejarahnya

Ada tiga hal utama yang ada di taman Tirta Gangga Karangasem, kebun, kolam air dan patung. Lokasi dari taman Tirta Gangga Karangasem, berada di tengah areal persawahan dan air yang ada di taman ini berasal dari mata air Rejasa. Taman ini masih milik kerajaan Karangasem.

Luas area dari taman Tirtagangga 1,2 hektar, yang memanjang dan membentang dari arah timur ke barat. Terdapat tiga tingkatan bangunan di taman Tirtagangga Bali. Di bangunan tertinggi terdapat mata air yang berada di bawah pohon beringin. Bangunan level kedua, terdapat kolam renang dan bangunan yang paling bawah terdapat kolam hias dengan air mancur.

Pada saat wisatawan memasuki taman Tirtagangga, hal pertama yang wisatawan lihat adalah hamparan kolam air dan terdapat satu buah candi yang menjulang tinggi di bagian kanan. Didalam kolam air tersebut, wisatawan dapat melihat ikan hias dan dasar dari kolam. Air di taman ini sangat jernih dan sejuk, karena air kolam berasal dari mata air bukan dari air olahan. Mata air di taman Tirtagangga oleh masyarakat lokal dianggap sebagai air suci. Digunakan dalam upacara keagamaaan di daerah sekitar taman Tirtagangga.

Mata Air Rejasa memiliki jumlah air yang sangat besar, jernih dan menyejukkan. Sepertiga dari pasokan mata air Rejasa di kirim ke rumah penduduk di Kota Amlapura (ibu kota Karangasem) dan dua pertiganya digunakan untuk mengisi kolam dan keluaran dari air kolam langsung di pergunakan untuk pertanian.

Nama dari objek wisata Tirta Gangga, berasal dari kata Tirta yang berarti air suci dan Gangga yang artinya nama sungai di India. Taman air Tirtagangga Karangasem, dibangun pada tahun 1946 oleh raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem Agung.

Komplek taman Tirta Gangga Karangasem sebelumnya pernah hancur oleh letusan gunung Agung pada tahun 1963. Pemerintah kabupaten Karangasem membangun kembali taman ini dan diperuntukan untuk kawasan wisata.

Virgin Beach Perasi Karangasem 1 1024x626 » Virgin Beach Perasi Karangasem, Wisata Pantai Terbaru dengan Pasir yang Unik

PANTAI VIRGIN BEACH

Pantai virgin beach adalah pantai pasir putih tapi belum seterkenal pantai kuta karena masih sedikit diketahui wisatawan asing

Hal yang menjadi daya tarik pantai tersembunyi ini ialah pasirnya yang kuning alias tidak hitam dan tidak putih. Hal ini masih menjadi misteri sebab semua pantai di kawasan Perasi semuanya berpasir hitam.

Virgin Beach Perasi Karangasem diapit oleh dua bukit yakni Apen dan Penggiang. Bukit dengan pepohonan hijau seakan menjadi lukisan alam yang keindahannya sayang jika tak diabadikan. Menambah eksotisme surga tersembunyi ini.

Pantai Perasi Bali dapat dikatakan sebagai salah satu pantai terbaik di Bali dan sangat sering disebutkan dalam buku panduan wisata perjalanan luar negeri. Pasir di pantai Perasi warnanya tidak benar-benar putih, lebih condong berwarna kuning, dan sedikit bercampur dengan pasir hitam, tapi dikenal dengan sebutan pantai pasir putih.

Kafe-kafe kecil banyak tersedia di sini, menjual makanan dan minuman tentunya harganya jauh lebih murah dari pada harga makanan dan minuman di kawasan wisata Kuta. Tidak hanya pantai dan kafe, anda juga dapat melihat perahu tradisional yang digunakan oleh nelayan lokal.

Jika anda datang ke sini disaat cuaca cerah, anda akan melihat air laut berwarna biru jernih dan sangat cocok untuk aktivitas berenang atau snorkling. Disaat anda berenang di laut, diharapkan untuk berhati-hati terutama jika Anda iburan dengan anak-anak.

Di tempat ini juga resedia kursi geladak (sun deck) untuk berjemur dan payung, yang terletak di depan kafe kecil. Jika anda ingin menggunakan kursi geladak (sun deck) untuk berjemur dan payung, anda dapat meminta kepada staf kafe.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started